Ekstrakurikuler
Wadah untuk mengembangkan bakat, minat, dan karakter siswa di luar jam pelajaran.
Pramuka Siaga
Pramuka Siaga adalah tingkatan paling awal dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang anggotanya berusia antara 7 hingga 10 tahun. Usia ini umumnya setara dengan murid (SD/MI) kelas 1 hingga kelas 3 atau 4.
Pramuka Penggalang
Pramuka Penggalang adalah sebuah golongan atau tingkatan dalam Gerakan Pramuka Indonesia yang anggotanya berusia antara 11 hingga 15 tahun. Biasanya, usia ini setara dengan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau kelas 5–6 Sekolah Dasar/Madrsah (SD/MI).
Tahfidz
Program Tahfidz Al-Qur'an tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah sebuah program pendidikan terpadu yang dirancang khusus untuk memfasilitasi anak usia dasar (7–12 tahun) dalam belajar membaca, memperbaiki kualitas bacaan (Tahsin), dan menghafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Karate
Program Ekstrakurikuler Karate di Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah kegiatan pengembangan diri yang berfokus pada seni bela diri, kebugaran fisik, dan pembentukan mental anak usia dasar. Program ini tidak hanya sekadar mengajarkan teknik pukulan, tendangan, atau tangkisan (seperti Kihon, Kata, dan Kumite dasar), tetapi secara mendalam menitikberatkan pada filosofi karate yang menjunjung tinggi penghormatan, pengendalian emosi, dan kedisiplinan.
Drum Band Madrasah
Ekstrakurikuler drum band adalah kegiatan seni musik yang menggabungkan permainan alat musik perkusi (seperti drum, snare, bass) dan alat tiup, serta gerakan baris-berbaris yang kompak. Kegiatan ini melatih siswa untuk bekerja sama dalam tim, menjaga kekompakan, disiplin, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Selain itu, drum band juga menjadi sarana untuk menyalurkan bakat dan minat siswa di bidang musik sekaligus memperkenalkan mereka pada kegiatan pertunjukan.
Catur Madrasah
Ekstrakurikuler catur adalah kegiatan yang bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir logis, strategi, dan konsentrasi siswa melalui permainan catur. Dalam kegiatan ini, siswa dilatih untuk menganalisis langkah, mengambil keputusan, serta belajar bersabar dan teliti. Catur juga membantu meningkatkan daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, serta menumbuhkan sikap sportif dan percaya diri dalam berkompetisi.
Rebana
Ekstrakurikuler rebana adalah kegiatan seni musik Islami yang menggunakan alat musik rebana (terbang) sebagai pengiring shalawat dan lagu-lagu religi. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan siswa terhadap seni budaya Islam serta membiasakan mereka melantunkan shalawat dengan baik dan benar. Melalui rebana, siswa juga dilatih kekompakan, irama, serta keberanian tampil di depan umum, baik dalam acara sekolah maupun kegiatan keagamaan.
Silat
Ekstrakurikuler silat adalah kegiatan olahraga bela diri tradisional Indonesia yang bertujuan melatih kekuatan fisik, ketangkasan, serta kemampuan membela diri siswa. Selain itu, silat juga mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, dan pengendalian diri. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teknik dasar silat, tetapi juga dibimbing untuk memiliki sikap hormat, tanggung jawab, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Futsal Madrasah
Ekstrakurikuler futsal MI Mabadil Huda merupakan kegiatan pengembangan minat dan bakat siswa di bidang olahraga, khususnya permainan futsal. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan bermain bola, meningkatkan kebugaran jasmani, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas dan kerja sama tim. Dalam kegiatan futsal, siswa dibimbing untuk memahami teknik dasar seperti passing, dribbling, shooting, dan strategi permainan. Selain itu, latihan rutin juga difokuskan pada peningkatan disiplin, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah dalam setiap pertandingan.